Prof. Zudan: Program BKN Membina Berikan Praktik Baik Manajemen ASN bagi Instansi
Bogor – Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus memperkuat program ‘BKN Membina’ yang kini memasuki bulan ketiga. Dalam evaluasinya, Kepala BKN, Prof. Zudan menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan kepegawaian nasional bertumpu pada perubahan pola pikir dan perbaikan pola komunikasi agar lembaga tidak terjebak pada pendekatan yang kaku.
Menurut Prof. Zudan, pembinaan kepegawaian selama ini kerap dipandang sebatas urusan regulasi formal. Karena itu, ia mengarahkan jajarannya untuk menggeser pola komunikasi dari yang bersifat keluhan atau normatif menjadi berbasis penyelesaian kasus nyata dan praktik baik (best practices) yang dirasakan langsung oleh aparatur di lapangan. “Keluhannya apa, solusinya apa. Masalahnya apa, solusinya apa, ini dari best practices yang sudah kita lakukan,” ujar Kepala BKN, Prof. Zudan pada Kamis (29/10/2026).
Kepala BKN juga memetakan tiga sasaran utama pembinaan ‘BKN Membina’ di luar instansi BKN, yaitu unsur pimpinan atau Pejabat Pembina Kepegawaian atau PPK, Badan Kepegawaian Daerah atau BKD pada level menengah sebagai jembatan, serta para ASN itu sendiri. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjembatani dinamika dan mengikis rasa ketidakpercayaan (distrust) yang kerap muncul di antara pimpinan, BKD, dan pegawai akibat persoalan mutasi, promosi, maupun kenaikan pangkat.
Sekretaris Utama (Sestama) BKN, Dr. Rahman Hadi saat membuka acara secara resmi, menegaskan pentingnya kesamaan persepsi di kalangan pengelola kepegawaian. Ia menekankan bahwa BKN sebagai lembaga pembina sekaligus motor penggerak tata kelola manajemen ASN nasional harus mampu menjadi teladan dan rujukan bagi 644 instansi dan ribuan unit kerja di seluruh Indonesia.
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BKN, Putri Hartati, juga melaporkan bahwa kegiatan konsolidasi ini dihadiri secara daring oleh seluruh Kepala Kantor Regional BKN 1 hingga 14 serta para Kepala UPT. Melalui pembinaan yang konsisten, BKN mencatat pencapaian positif, yakni sebanyak 64 instansi daerah yang baru berkomitmen kini telah terekspos dalam implementasi manajemen talenta.
Meski demikian, Prof. Zudan menyoroti pentingnya penguatan publikasi program ‘BKN Membina’ agar lebih optimal menjangkau ruang publik. Ia meminta seluruh jajaran Kantor Regional hingga unit pusat lebih aktif mendokumentasikan dan mempublikasikan pencapaian nyata serta kisah sukses penyelesaian masalah kepegawaian di daerah masing-masing.
“Jadi agar yang bergerak ini institusinya, bukan figur-figur pimpinannya saja, sehingga terbangun branding positif terhadap institusi BKN secara berkelanjutan,” tegas Prof. Zudan.
Melalui transformasi pola pikir dan penguatan komunikasi kolaboratif ini, BKN berharap seluruh instansi pengelola serta sekitar 6,7 juta ASN di Indonesia memperoleh pemahaman yang seragam guna mewujudkan tata kelola manajemen ASN yang semakin adaptif, transparan, dan berorientasi pelayanan.
Penulis/Foto: fs/arf
Editor: nsp

