skip to Main Content

Refleksi Sumpah Pemuda 2026, DWP BKN Tegaskan Keluarga sebagai Fondasi Generasi Berjiwa Bangsa dan Melek Digital

Jakarta – Humas BKN, Dharma Wanita Persatuan atau DWP Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan. Melalui Webinar Nasional Dharma Wanita Persatuan (DWP) BKN yang digelar secara daring ini, Kepala BKN Prof. Zudan Arif sekaligus sebagai Penasihat DWP BKN menyoroti peran strategis keluarga sebagai fondasi utama pembentukan generasi penerus bangsa.

Mengangkat tema ‘Dari Keluarga Lahir Generasi Berjiwa Bangsa’, webinar ini menjadi refleksi peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 sekaligus momentum memperkuat ketahanan keluarga di tengah tantangan era digital. “Fondasi keluarga sangat penting untuk membangun bangsa. Semangat Sumpah Pemuda tidak tumbuh begitu saja, melainkan berawal dari keberanian, wawasan, ketangguhan, dan kecintaan terhadap tanah air yang ditanamkan melalui lingkungan keluarga,” tegas Prof. Zudan dalam sambutannya pada Kamis (29/10/2026).

Prof. Zudan mengingatkan bahwa keluarga menghadapi tantangan baru yang semakin kompleks, mulai dari paparan narkoba, pinjaman daring ilegal, judi daring, hingga arus informasi yang berpotensi merusak persatuan. Ia mengajak para orang tua, khususnya ibu, untuk menghadirkan waktu berkualitas bersama anak tanpa gangguan telepon genggam serta menjadi teladan dalam penggunaan teknologi secara bijak. “Literasi digital, perlindungan data pribadi, dan etika bermedia sosial harus menjadi bagian dari pendidikan keluarga. Ketahanan ekonomi melalui kebiasaan hidup sederhana dan pengelolaan keuangan yang sehat juga perlu ditanamkan,” ujarnya. Menurut Prof. Zudan, nilai-nilai tersebut harus berjalan beriringan dengan penanaman semangat kebangsaan, pengenalan keberagaman Indonesia, serta pembentukan akhlak dan kecerdasan emosional-spiritual sebagai bekal generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Senada dengan itu, Ketua DWP BKN Dr. Ninuk Triyanti menyoroti pentingnya penanaman karakter dan jiwa kebangsaan sejak fase awal kehidupan. “Keluarga adalah lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal nilai, membangun kebiasaan, dan belajar menerapkan sikap tanggung jawab serta kepedulian terhadap sesama. Penanaman nilai positif sejak dini menjadi kunci membentuk generasi yang menghargai keberagaman dan mampu meneruskan semangat Sumpah Pemuda,” jelasnya.

Webinar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ir. Mustikorini Indrijatiningrum dari Kemenko PMK, yang memaparkan program SatuJamKu yakni gerakan meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga melalui interaksi bermakna antara orang tua dan anak. “Melalui percakapan dan aktivitas bersama tanpa gangguan gawai, keluarga dapat membangun kedekatan emosional sekaligus mendukung pembentukan karakter anak di tengah perkembangan teknologi,” ujarnya.

Dari perspektif generasi muda, Padizha Nikeisyandria Aisyzarra, Putri Lingkungan Hidup 2025 tingkat SMP dari SMP Negeri 4 Surabaya, membagikan pengalamannya mengembangkan BUMAZAA (Budidaya Magot Padizha), yakni inisiatif pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot yang melibatkan kerja sama dengan sejumlah hotel sebagai mitra penyedia sampah. Inisiatif ini membuktikan bahwa generasi muda mampu mengambil peran nyata dalam menjawab persoalan di sekitarnya dan mengembangkan gagasan bermanfaat bagi masyarakat.

Sebagai wujud kepedulian sosial, keluarga besar DWP BKN juga menyalurkan donasi bagi keluarga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut menjadi cerminan nilai gotong royong yang menjadi bagian dari semangat kebangsaan Indonesia.

Melalui webinar ini, DWP BKN mengajak keluarga dan generasi muda untuk meneruskan semangat Sumpah Pemuda melalui tindakan nyata—mulai dari penanaman karakter sejak dini, penguatan hubungan keluarga, penggunaan teknologi secara bijak, hingga kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat yang membutuhkan. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama BKN dalam membentuk generasi yang berintegritas, berdaya saing, dan mencintai tanah air sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

 

Back To Top