BKN – ANRI Sepakati Sinergi Kearsipan & Manajemen ASN Nasional Berbasis Digital
Jakarta – Humas BKN, Dalam rangka memperkuat hubungan kelembagaan, kolaborasi, dan sinergi antarinstansi, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyepakati kerja sama dalam negeri di bidang kearsipan dan manajemen ASN. Melalui kerja sama dan sinergi BKN – ANRI, Kepala BKN, Prof. Zudan optimis pengelolaan kearsipan dan manajemen ASN nasional dapat semakin kuat dan terintegrasi. Digitalisasi arsip dan penguatan Manajemen Talenta diyakini mampu menghadirkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik, sekaligus menjaga memori kolektif bangsa dari generasi ke generasi.
Sebagai instansi yang bertugas menjaga dan mengelola arsip serta dokumen negara sebagai memori kolektif bangsa, Kepala BKN, Prof. Zudan sebut ANRI berperan penting dalam merekam jejak kehidupan lebih dari 285 juta penduduk Indonesia sejak lahir hingga meninggal dunia, mulai dari dokumen kependudukan, pendidikan, kepegawaian, hingga berbagai karya dan pencapaian lainnya.
“Arsip adalah fondasi peradaban karena tanpa sistem kearsipan yang kuat dan profesional, memori kolektif bangsa tidak akan terjaga dengan baik. Tanpa arsip yang tertata, bangsa akan kehilangan jejak sejarah dan arah pembelajaran ke depan. Oleh karena itu, ANRI punya peran yang sangat strategis dalam kehidupan bernegara,” imbuhnya dalam kesepakatan kerja sama BKN – ANRI sekaligus Rapat Koordinasi Bidang Kepegawaian di Lingkup ANRI, Kamis (22/01/2026) di Jakarta.
Prof. Zudan menilai bahwa ANRI ke depan mengemban tugas besar dan visioner, terutama dalam menyiapkan pengelolaan arsip digital secara terintegrasi, baik bagi penduduk di dalam maupun luar negeri, termasuk dalam menata dan mendigitalkan arsip di seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Arsip digital yang lengkap dan terintegrasi diyakini akan menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban Indonesia yang dapat dipelajari hingga ratusan tahun ke depan.
Untuk memberi dukungan terhadap peran besar itu pula, Prof. Zudan menegaskan komitmen BKN dalam menghadirkan kebijakan kepegawaian yang adaptif dan memudahkan ASN. Berbagai upaya terus dilakukan, antara lain melalui penyederhanaan uji kompetensi, percepatan layanan kenaikan pangkat dan pensiun, serta penguatan sistem layanan kepegawaian digital yang terintegrasi.
BKN juga secara resmi menetapkan penerapan Manajemen Talenta di lingkungan ANRI melalui Keputusan Kepala BKN. Penetapan ini menjadi tahapan penting dalam pengelolaan karier ASN ANRI yang lebih objektif, terukur, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi.
Penulis/Foto: ald
Editor: des

