BKN Dampingi Kesiapan Daerah Bangun Manajemen Talenta ASN Hingga Tuntas
Jakarta – Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali melakukan pendampingan terhadap pembangunan manajemen talenta di Instansi Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Pemerintah Kabupaten Karangasem, dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara. Sebagai tahap persiapan, ketiga instansi melakukan ekspose ke BKN, Rabu (16/09/2026) di Kantor Pusat BKN, Jakarta. Pada sesi ekspose, instansi menyampaikan perkembangan pembangunan manajemen talenta di wilayahnya, dan mendapat tanggapan dari BKN tentang kesiapan masing-masing instansi dalam penerapan manajemen talenta ASN. Ekspose dipimpin langsung oleh Deputi BKN Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen, Dr. Herman.
Dalam paparannya, Bupati Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, menyampaikan apresiasi kepada BKN yang telah memberikan arahan dan pendampingan dalam pembangunan manajemen talenta. Dengan manajemen talenta, ia ingin menyiapkan ASN yang profesional dan berintegritas, mengingat keberhasilan pembangunan daerah turut ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.
Ia juga mengatakan pengembangan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah perlu dilakukan dengan memperhatikan kompetensi, kinerja, kemauan, dan potensi yang dimiliki. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, efektif, dan profesional.
Sementara itu, Pemkab Karangasem dengan jumlah ASN mencapai 9.340 orang, meliputi 4.285 PNS dan 5.055 PPPK. Pemerintah telah melakukan pemadanan data SIMATA pada 14 September 2026. Hasil pemadanan tersebut kemudian digunakan untuk melihat sebaran talenta pada jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, dan fungsional ahli madya. Data sebaran talenta yang ditampilkan dalam aplikasi manajemen talenta telah sesuai dengan data yang disampaikan oleh pemerintah daerah. Ekspose ini juga mengidentifikasi sejumlah jabatan yang kosong di Kabupaten Karangasem akibat adanya pegawai yang memasuki masa pensiun.
Salah satu simulasi yang dilakukan adalah pengisian jabatan staf ahli bupati bidang sumber daya manusia melalui mekanisme mutasi dengan sejumlah persyaratan, termasuk status aktif sebagai ASN dan kesesuaian jenjang jabatan. Dalam simulasi tersebut, kandidat suksesor diidentifikasi dari berbagai box manajemen talenta. Pada box 9 terdapat tiga kandidat, box 8 sebanyak sembilan kandidat, box 5 sebanyak 17 kandidat, serta kandidat dari jabatan fungsional dokter ahli utama pada box 2.
Adapun Pemkab Timor Tengah Utara ingin memanfaatkan manajemem talenta untuk membangun sistem yang mampu mengidentifikasi dan mempersiapkan potensi terbaik bagi organisasi. Dalam pemaparannya, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara mengidentifikasi sembilan jabatan kosong yang memerlukan akuisisi talenta. Ekspose juga membahas pemetaan potensi dan kompetensi pegawai serta strategi pengembangan melalui pelatihan, coaching, dan mentoring.
Selain itu, Pemkab Timor Tengah Utara juga tengah menyiapkan strategi retensi talenta melalui program nonfinansial dan pengembangan kompetensi. Simulasi pengisian jabatan juga dilakukan untuk posisi kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), dengan analisis kandidat berdasarkan kinerja dan potensi. Dari sisi kualitas data, indeks kualitas data di Kabupaten Timor Tengah Utara mencapai 99,51.
Dalam menentukan jabatan strategis, BKN mengarahkan pemerintah daerah untuk mempertimbangkan potensi yang dimiliki daerah, termasuk pada sektor pariwisata dan peternakan. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian kinerja dan kekhasan pembangunan daerah. Terkait itu, Deputi BKN, Dr. Herman menekankan dalam proses pemenuhan kebutuhan talenta, instansi dapat mengusulkan strategi pencarian kandidat dari luar daerah apabila diperlukan, dengan tetap memperhatikan kompetensi dan potensi kandidat.
Penulis/foto: Salsa-Alzha
Editor: des

