BKN Jaring Kandidat Sekda Pemkab Boalemo Melalui Proses Asesmen
Jakarta – Humas BKN, Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali melaksanakan proses asesmen sebagai bagian tahapan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk posisi Sekretaris Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo. Dilaksanakan di Gedung Assessment Center BKN Pusat, Jakarta, proses asesmen mulai berlangsung Selasa (03/03/2026) dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari kedepan. Adapun peserta seleksi JPTP Pemkab Boalemo ini meliputi empat kandidat, yaitu Nurdin dari Universitas Negeri Gorontalo, Rahmat Biya dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Boalemo, Syafrudin Kadir Lamusu dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Boalemo, dan Teguh Jatmika dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Boalemo.
Untuk proses pelaksanaannya, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BKN, Mohammad Ridwan, meminta agar para kandidat memberikan performa terbaik. “Mengingat jatah posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama ini hanya untuk satu orang terpilih, maka kami mencari kandidat best of the best. Masing-masing peserta memiliki peluang yang sama yakni 25% untuk menduduki jabatan tersebut,” ujarnya.
Di samping itu, Asesor Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Utama, Dwi Wahyu Atmaji, menjelaskan bahwa BKN menjalankan fungsinya untuk menyelenggarakan uji kompetensi bagi calon Sekretaris Daerah Boalemo dengan standar profesional. Ia menekankan agar peserta tetap tenang selama proses berlangsung. “Meskipun peserta hanya berjumlah empat orang, penilaian tetap diselenggarakan selama tiga hari agar tidak terlalu menekan peserta. Kami ingin peserta rileks, serius tapi santai, agar potensi keseluruhan dapat muncul secara optimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa BKN menggunakan metode assessment center yang memiliki tingkat validitas mencapai 65% jika dilaksanakan dengan benar. “Metode ini dianggap paling valid karena menggunakan multi-metode dan multi-asesor. Untuk level Sekretaris Daerah, kami menggunakan metode kompleks dengan minimal tiga simulasi yang tajam untuk mengukur kompetensi. Dengan banyak penguji, hasilnya diharapkan jauh lebih objektif,” tambahnya.
Dalam tahapan analisis kasus, para kandidat ditantang untuk mencari solusi atas permasalahan tertentu dalam waktu dua jam. Selanjutnya, peserta diminta menyusun program inovasi atau gagasan mengenai persoalan spesifik yang dihadapi Kabupaten Boalemo saat ini, dan akan dipresentasikan secara mandiri pada hari Kamis mendatang.
Selain itu, peserta juga akan menghadapi sesi Leaderless Group Discussion (LGD) selama satu setengah jam untuk memecahkan persoalan kelompok sesuai peran yang diberikan. Sesi terakhir akan ditutup dengan wawancara berbasis kompetensi secara daring, dan psikotes berdurasi tiga jam.
Penulis/foto: ann-maganghub
Editor: des

