skip to Main Content

Ikut Seleksi JPT Madya, Kandidat Deputi Kemenpora Hadapi Tahap Asesmen dari BKN

Jakarta – Humas BKN, Sebagai tahapan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), empat kandidat yang ikut seleksi mengikuti proses asesmen dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Adapun tahap asesmen yang akan berlangsung selama tiga hari di Assessment Center BKN Pusat, diperuntukkan bagi kandidat yang akan mengisi lowongan jabatan Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, yakni meliputi tiga peserta dari kalangan non-ASN dan satu kandidat dari ASN.

Sebelum proses asesmen dimulai, Wakil Kepala BKN, Suharmen, menyampaikan bahwa pelaksanaan asesmen JPT Madya wajib dilaksanakan di BKN sebagai bentuk standardisasi nasional dalam pengisian JPT setara eselon I guna memastikan penerapan sistem merit secara konsisten di seluruh instansi pemerintah. Pelaksanaan seleksi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kepemimpinan strategis, dan sesuai dengan kompetensi dalam pengembangan industri olahraga nasional.

Ia menambahkan bahwa kandidat tidak hanya dinilai dari kemampuan teknis, tetapi juga kapasitas kepemimpinan, kemampuan kolaborasi lintas sektor, serta kesiapan menghadapi dinamika organisasi yang kompleks. “BKN memastikan setiap proses asesmen berjalan transparan dan objektif sehingga instansi pengguna dapat memperoleh pemimpin terbaik sesuai kebutuhan organisasi,” ujar Suharmen, Rabu (15/04/2026) di Kantor Pusat BKN, Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kemenpora, Gunawan Suswantoro, menyampaikan bahwa proses penjaringan kandidat untuk jabatan Deputi Pengembangan Industri Olahraga tidak mudah karena diperlukan figur pemimpin yang memiliki pemahaman mendalam terhadap sektor industri olahraga.“Kami sudah memperpanjang proses seleksi hingga dua kali karena memang tidak mudah mencari calon pemimpin yang benar-benar memahami industri olahraga. Oleh karena itu, kami membuka kesempatan tidak hanya bagi ASN, tetapi juga non-ASN agar mendapatkan kandidat terbaik,” ujar Gunawan.

Gunawan juga memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif dan profesional, tanpa membedakan latar belakang peserta. Hal ini menurutnya, berkaitan dengan penguatan industri olahraga yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, melalui penciptaan nilai tambah sektor olahraga sebagai industri strategis. “Proses ini benar-benar objektif dan terjaga. Kami ingin melihat secara terbuka mana kandidat yang paling memahami pengembangan industri olahraga, baik dari unsur ASN maupun non-ASN,” tambahnya.

Pelaksanaan asesmen sendiri akan berlangsung melalui berbagai metode penilaian kompetensi, termasuk simulasi kepemimpinan, diskusi kelompok, dan evaluasi psikologis untuk memperoleh gambaran profil kepemimpinan peserta secara komprehensif. Tujuannya agar Kemenpora dapat memperoleh figur Deputi Pengembangan Industri Olahraga yang mampu mendorong transformasi olahraga nasional menjadi sektor industri yang berdaya saing dan berdampak terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.

Penulis/foto: arl
Editor: des

Back To Top