Kepala BRIN: BKN Sangat Membantu BRIN Siapkan Talenta Unggul untuk Memperkuat Riset Nasional
Jakarta – Humas BKN, Saat melakukan ekspose ke BKN terkait persiapan penerapan manajemen talenta ASN di internalnya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, mengapresiasi BKN yang terus mendorong seluruh instansi untuk menerapkan manajemen talenta. Selaras dengan arahan Kepala BKN, ia ingin membangun sistem pengelolaan talenta ASN yang mampu menjawab kebutuhan strategis riset dan inovasi nasional. Hal itu menurutnya sejalan dengan targetnya ingin memperkuat jumlah dan kualitas peneliti Indonesia melalui pengelolaan talenta yang terencana.
Dalam ekspose tersebut, Arif menyampaikan bahwa BRIN telah menyiapkan talenta unggul yang siap dipromosikan. BRIN juga menyiapkan berbagai program pengembangan kompetensi, antara lain BRIN Integrated Learning Center, Degree by Research, program pascadoktoral, visiting researcher, fellowship, serta pelatihan kepemimpinan berkelanjutan. “Kami sudah menyiapkan talenta-talenta unggul yang siap dipromosikan,” ujarnya di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Dari sisi capaian, ia menyebut rasio SDM Iptek BRIN mencapai 1.416 orang per satu juta penduduk, melampaui target 1.265 orang dari baseline 1.151 pada 2024. Capaian ini menjadi modal penting untuk memperkuat kapasitas riset nasional, yang perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas dan strategi retensi talenta. “Kami juga menargetkan penguatan talenta perlu diikuti jalur pengembangan yang jelas, agar kompetensi periset terus meningkat dan kebutuhan organisasi dapat dipenuhi secara berkelanjutan,” terangnya.
Untuk memastikan kebutuhan organisasi didukung oleh SDM yang tepat, BKN mendorong penerapan manajemen talenta sebagai bagian dari transformasi manajemen ASN secara nasional. Kepala BKN mengarahkan agar pengelolaan ASN tidak hanya berorientasi pada pengisian jabatan, tetapi juga mencakup identifikasi potensi, pemetaan kompetensi dan kinerja, pengembangan karier, perencanaan suksesi, serta retensi talenta.
Untuk memperkuat implementasi manajemen talenta di berbagai instansi, Prof. Zudan memastikan BKN akan membantu membangun fondasi pengelolaan SDM yang lebih terarah, sehingga pengembangan karier dan penyiapan calon pemimpin organisasi dapat dilakukan berdasarkan potensi, kompetensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi. Ia juga mengungkapkan, jumlah penerapan manajemen talenta meningkat 700 persen dalam satu tahun, dari 42 menjadi 336 instansi. “Dalam satu tahun, jumlah instansi yang sudah menerapkan manajemen talenta naik 700 persen, dari 42 menjadi 336 instansi. Kalau hari ini saya tanda tangani, BRIN menjadi yang ke-337,” ungkapnya.
Selain pemetaan dan pengembangan talenta, BKN menekankan pentingnya kualitas data ASN sebagai dasar pengambilan keputusan kepegawaian. Dalam ekspose tersebut, Indeks Kualitas Data ASN (IKADA) BRIN tercatat mencapai 99,90%. Namun BKN juga mencatat masih terdapat disparitas data Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tahun sebelumnya serta pencantuman gelar yang perlu mendapat perhatian.
BKN mengarahkan BRIN untuk menyosialisasikan pemutakhiran data kepada seluruh ASN di lingkungannya. Data yang akurat dan mutakhir diperlukan agar penilaian kinerja, pemetaan talenta, penyiapan suksesi, dan perencanaan karier didasarkan pada informasi yang valid. Penguatan data ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan manajemen talenta berjalan secara objektif.
Penulis: bp
Foto: kis
Editor : des

