skip to Main Content

Lewat ASN Digital, Kepala BKN Targetkan Data 6,7 Juta ASN Jadi Data Talenta Nasional

Jakarta – Humas BKN, Dengan jumlah 6,7 Juta Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, mengarahkan agar jutaan data ASN bukan sekadar menjadi arsip kepegawaian, tetapi harus dimanfaatkan untuk menemukan, memetakan, dan mengembangkan talenta terbaik ASN. Menurutnya, transformasi pengelolaan ASN harus dimulai dari satu hal mendasar, yaitu data yang lengkap, terintegrasi, dan dapat dibaca untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan.

Untuk itu, BKN sudah menyiapkan ekosistem digital yang memungkinkan jutaan data tersebut dimanfaatkan secara lebih optimal dengan dukungan kecerdasan AI, yakni melalui platform berbagi pakai bersama seluruh instansi – ASN Digital, sebagai satu sistem layanan bagi 6,7 juta ASN. Termasuk layanan lemari digital yang menyimpan berbagai dokumen kepegawaian, mulai dari riwayat pendidikan hingga dokumen jabatan.

“Data di lemari digital ini bisa dibaca oleh AI. Dari situ kita bisa mengetahui apa yang dimiliki oleh setiap ASN. Data tersebut kemudian menjadi fondasi untuk membangun manajemen talenta yang lebih presisi. BKN dapat memanfaatkan informasi mengenai kompetensi, pengalaman, pendidikan, hingga potensi ASN untuk menentukan arah pengembangan karier dan kebutuhan organisasi,” ungkap Prof. Zudan dalam Rapat Koordinasi Nasional SDM yang digelar BPOM dengan tema “Transformasi Manajemen SDM Berbasis AI – Membangun SDM Berkelas Dunia Menuju Indonesia Emas 2045”, Selasa (18/08/2026) di Jakarta.

Tahun ini, BKN menargetkan 600.000 ASN menjalani pengukuran yang hasilnya akan diintegrasikan ke dalam ASN Digital. Hasil pengukuran tersebut akan menunjukkan posisi ASN dalam talent box. Hal ini sejalan dengan upaya BKN yang menargetkan agar manajemen talenta tidak lagi sekadar menjadi konsep, tetapi dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai posisi, potensi, dan perkembangan setiap talenta ASN.

Dengan integrasi ASN Digital, data kepegawaian, pengukuran talenta, dan AI, Prof. Zudan ingin membangun ekosistem karier ASN yang lebih transparan sehingga pengelolaan manajemen ASN bukan lagi berorientasi pada tataran administratif tetapi memastikan penerapan sistem meritokrasi. “Kalau kita tahu posisi masing-masing ASN di talent box, kita bisa melihat siapa yang perlu dikembangkan, siapa yang siap, dan siapa yang memiliki potensi untuk kebutuhan organisasi. Ini penting untuk kemajuan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Penulis/foto: arf-ilham-reza

Back To Top