Mendagri Apresiasi KORPRI Sumbang 5 Ambulans Dukung Pemulihan Pascabencana Sumatra
Jakarta – Humas BKN, Dengan bantuan dan dukungan yang diberikan oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) terhadap penanganan bencana Sumatra, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, mengapresiasi kepedulian organisasi profesi ASN se-Indonesia tersebut. Hal tersebut disampaikannya saat menerima langsung bantuan berupa lima unit ambulans yang diserahkan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (13/07/2026).
Atas kepedulian dan bantuan KORPRI untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terdampak bencana di Pulau Sumatra, Mendagri Tito selaku Ketua Satgas menyampaikan terima kasih atas dukungan KORPRI. Menurutnya, bantuan ini adalah kontribusi konkrit dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah yang masih menjalani proses pemulihan pascabencana. “Puskesmas dan rumah sakit yang terdampak sebagian besar sudah kembali beroperasi. Dukungan ambulans ini akan semakin memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Tito menjelaskan, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra masih berlangsung dan ditargetkan berlanjut hingga 2028. Karena itu, kolaborasi berbagai pihak, termasuk KORPRI, dinilai penting untuk mempercepat pemulihan di daerah terdampak. Hal ini karena terdapat sejumlah daerah yang masih menjadi perhatian Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatra, di antaranya Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah di Provinsi Aceh. Sementara di Provinsi Sumatra Utara meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan, serta Kabupaten Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar di Provinsi Sumatra Barat.
Lima unit ambulans bantuan KORPRI ini rencananya akan didistribusikan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Tapanuli Tengah, dan Agam. Penetapan daerah penerima dilakukan berdasarkan tingkat dampak bencana dan kebutuhan pelayanan masyarakat. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung percepatan pemulihan di daerah terdampak bencana,” ungkap Tito.
Penulis: egi
Editor: des





