skip to Main Content

Para Kandidat JPT Pratama Kemnaker Hadapi Proses Asesmen BKN Sebagai Tahapan Seleksi

Jakarta – Humas BKN, Pada rangkaian seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker RI), para kandidat JPT mengikuti tahap penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural melalui proses asesmen Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tercatat sebanyak 43 kandidat mengikuti seleksi untuk pengisian 11 JPT Pratama Kemenaker, yakni meliputi 13 kandidat dari internal Kemnaker, dan 20 di antaranya dari instansi pusat, dan 9 dari instansi daerah. Pelaksanaan asesmen ini sendiri akan berlangsung selama dua hari ke depan yang dimulai pada Rabu (18/02/2026), berlangsung di Gedung Assessment Center BKN Pusat, Jakarta.

Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BKN, Mohammad Ridwan, dalam arahannya, menyampaikan bahwa tingginya animo peserta membuat seleksi ini harus dikelola secara optimal. Selain itu, BKN juga bekerja sama dengan berbagai lembaga dan memobilisasi asesor dari berbagai wilayah untuk keperluan penilaian. “BKN membagi seleksi JPT Pratama dengan lembaga kementerian atau lembaga-lembaga lainnya. Kami juga mengerahkan asesor dari beberapa wilayah seperti Kanreg BKN Pekanbaru, Kanreg BKN Jakarta, hingga Pemerintah Kota Bekasi untuk memastikan proses berjalan dengan lancar,” ujar Ridwan.

Terhadap para kandidat yang berasal dari berbagai latar belakang instansi mulai dari internal Kemnaker hingga pelamar dari Kemendagri, Kemenhut, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan, Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, BKKBN, serta instansi daerah, Ridwan juga mengingatkan para peserta agar disiplin terhadap jadwal yang telah ditentukan. “Sebaiknya peserta mencatat rundown agar tidak terlewat karena setiap tahapan memiliki bobot nilai yang signifikan. Jika ada yang terlewat, bobot nilai bisa berkurang sekitar 30-40%,” tegasnya.

Di samping itu, Asesor Utama SDM BKN, Haryomo Dwi Putranto, memaparkan pelaksanaan seleksi terbuka ini secara teknis. “Animo peserta luar biasa dan patut diberikan apresiasi. Kami melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab sesuai norma, standar, dan prosedur yang berlaku. Penilaian dilakukan seobjektif mungkin melalui metode assessment center yang bersifat multi-tools dan multi-assessor,” jelas Haryomo.

Adapun metode penilaian yang dilakukan dalam tahap asesmen ini mencakup lima instrumen utama, yaitu analisa kasus, in-tray, wawancara, Leaderless Group Discussion (LGD), dan psikometri. Seluruh hasil dari instrumen tersebut akan diintegrasikan untuk menggali kompetensi peserta secara mendalam. Selain itu, penilaian juga didukung dengan data tambahan seperti daftar riwayat hidup, behavior report, kuesioner, dan critical incident. Tim asesmen BKN juga telah menyiapkan landing page khusus yang dapat diakses peserta melalui komputer masing-masing untuk memantau jadwal, mengisi formulir evaluasi, dan mengakses materi simulasi secara digital.

Penulis/foto: MagangHub
Editor: des

Back To Top