Wamen ATR/BPN: BKN Bantu Percepat Sistem Karier Berbasis Meriokrasi bagi 33 Ribu Lebih ASN Kementerian ATR/BPN
Jakarta – Humas BKN, Dalam pendampingan ekspose yang dilakukan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terhadap kesiapan penerapan manajemen talenta di lingkup Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), H. Ossy Dermawan, menyatakan komitmennya untuk terus menyempurnakan penerapan manajemen talenta sebagai langkah strategis membangun sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang profesional, objektif, dan berlandaskan prinsip meritokrasi. Ia menyampaikan bahwa masukan dan pendampingan dari BKN menjadi bagian penting dalam menyempurnakan sistem manajemen talenta yang saat ini masih terus dikembangkan di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
“Kami sangat memandang penilaian kompetensi ASN atau SDM salah satunya membutuhkan manajemen talenta yang baik dan benar. Dengan manajemen talenta yang baik, rotasi dan mutasi jabatan ke depan dapat dilaksanakan secara lebih adil, karena prinsip meritokrasi bukan like and dislike,” ujarnya di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Kamis (05/11/2026). Menurut Ossy, penerapan manajemen talenta merupakan langkah penting mengingat Kementerian ATR/BPN memiliki jumlah pegawai yang besar, yakni sebanyak 33.328 ASN, dengan cakupan tugas dan fungsi yang tersebar dari tingkat pusat hingga Kantor Wilayah BPN dan Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia.
Karena itu menurutnya, sistem pengelolaan talenta perlu terus diperkuat untuk memastikan setiap keputusan terkait pengembangan karier dan pengisian jabatan didasarkan pada data yang valid, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Terkait itu, Kementerian ATR/BPN menyampaikan sejumlah agenda pengembangan manajemen talenta, meliputi akuisisi talenta untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya dan JPT Pratama, pemetaan talenta JPT Pratama untuk JPT Madya, pemetaan talenta jabatan administrator dan Jabatan Fungsional Ahli Madya untuk JPT Pratama, serta penyusunan kandidat suksesi, peta jalan retensi talenta, dan rencana pendalaman suksesor.
Ossy juga menekankan pentingnya penyempurnaan profil talenta melalui integrasi dan peningkatan kualitas data kepegawaian. Pemetaan sembilan kotak talenta atau nine-box talent mapping akan dilengkapi dengan data pendukung, termasuk tipologi kantor dan pola karier, sehingga penempatan pegawai dapat semakin sesuai dengan kebutuhan organisasi. “Kami ingin membangun suatu budaya organisasi yang menjadikan kinerja dan talenta sebagai penentu pengembangan karier. Keberhasilan penerapan ini akan bergantung pada konsistensi pelaksanaannya. Karena itu, komitmen ini akan kami kawal langsung di Kementerian,” tegasnya.
Dalam ekspose tersebut, BKN memberikan sejumlah masukan, di antaranya pemutakhiran data riwayat jabatan, pendidikan, dan pelatihan, penguatan mekanisme pemberian penghargaan bagi ASN berprestasi, penajaman pemetaan jabatan administrator, serta memasukkan komponen indeks moralitas dan integritas dalam penilaian talenta.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian ATR/BPN berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem manajemen talenta, termasuk memperkuat integrasi data melalui SIASN dan aplikasi SIMATA serta mendorong kelengkapan profil pegawai melalui MyASN. Ossy berharap penerapan manajemen talenta dapat memberikan rasa keadilan bagi seluruh ASN dalam mengembangkan kariernya. Dengan sistem yang semakin objektif dan transparan, pegawai diharapkan memiliki motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi, prestasi, dan kinerja terbaiknya.
Melalui penguatan manajemen talenta bersama BKN, Kementerian ATR/BPN berupaya membangun SDM yang unggul dan berintegritas untuk mendukung pelaksanaan tugas kementerian, khususnya dalam memberikan kepastian hukum hak atas tanah, mewujudkan penataan ruang yang berkualitas, serta meningkatkan pelayanan pertanahan kepada masyarakat.
Penulis/Foto: bp/kis
Editor: des

