Kepala BKN Bekali Lulusan PIK: ASN Hebat Dibentuk oleh Ketangguhan & Semangat terus Belajar
Jakarta – Humas BKN, Bagi mahasiswa Pendidikan Ilmu Kepegawaian (PIK) yang akan kembali mengemban tugas di instansi masing-masing, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan berpesan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan sebuah pelabuhan antara menuju perjalanan pengabdian berikutnya sebagai aparatur negara. Adapun pelepasan dilakukan terhadap mahasiswa PIK yang meliputi jenjang S1 angkatan XV, XVI, dan jenjang S2 angkatan I. Hal ini menandai berakhirnya proses pendidikan sekaligus pembekalan bagi para peserta sebelum kembali bertugas di instansinya.
Dalam arahannya, Prof. Zudan mengajak para lulusan untuk menikmati setiap proses perjalanan karier, termasuk berbagai tantangan yang akan dihadapi. Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan, tetapi lahir dari kemampuan seseorang dalam menghadapi kesulitan dengan keteguhan. “Setiap kali keberhasilan, sepadan dengan kekuatan kita menahan penderitaan. Semakin kuat kita menahan penderitaan, akan semakin kuat kita menuju keberhasilan,” ujar Prof. Zudan saat Pelepasan Mahasiswa Pendidikan Ilmu Kepegawaian (PIK) Angkatan 2026, Kamis (16/07/2026) di Kantor Pusat BKN, Jakarta.
Selain itu, Prof. Zudan menekankan pentingnya menjaga semangat belajar di tengah perkembangan teknologi. Ia mengingatkan bahwa kemampuan searching dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, namun tidak boleh menggantikan kebiasaan membaca dan menulis yang menjadi fondasi dalam membangun pengetahuan dan karakter aparatur.
“Untuk bisa lulus, tentu harus memiliki kemampuan membaca, dan menulis. Searching boleh, tetapi kemampuan membaca buku tetap harus dihidupkan. Kemampuan menulis juga harus tetap dihidupkan. Sesekali minta bantuan AI boleh, tetapi itu bukan menjadi instrumen utama. Karena otak kita harus diisi, hati kita harus diisi. Kalau ada investasi yang paling mahal, itu adalah investasi otak dan hati,” pesan Prof. Zudan.
Ia berharap para lulusan PIK tidak hanya kembali ke instansi masing-masing dengan bekal akademik, tetapi juga dengan ketangguhan, integritas, serta komitmen untuk terus belajar sepanjang perjalanan pengabdian sebagai ASN.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan, Prof. Suahasil Nazara yang hadir sebagai narasumber berkesempatan berbagai mengenai mengenai peran kebijakan fiskal dalam mendukung investasi human capital menuju Indonesia Emas 2045. Prof. Suahasil sebut lulusan PIK memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan birokrasi diisi oleh aparatur yang tepat sehingga mampu menjalankan amanat negara secara optimal.
Menurutnya, kualitas tata kelola ASN sangat ditentukan oleh kompetensi para pengelola kepegawaian. Karena itu, lulusan PIK diharapkan mampu menjalankan fungsi manajemen ASN secara profesional, mulai dari proses rekrutmen, pembinaan, hingga pengawasan aparatur, agar birokrasi memiliki sumber daya manusia yang berintegritas dan berkinerja tinggi. “Jangan sampai salah pilih, jangan sampai salah membina, jangan sampai salah mengawasi. Ilmu kepegawaian Anda dipakai supaya birokrasi kemudian bisa menggunakan uang negara untuk merealisasikan target pembangunan.

