Dengan Inovasi Digital BKN, Kepala BPOM Optimistis Manajemen Talenta ASN Makin Terarah
Jakarta – Humas BKN, Sesuai arahan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan mengenai pentingnya penerapan meritokrasi, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. dr. Taruna Ikrar, menyampaikan peran dan upaya BKN membangun sistem meritokrasi yang diperkuat dengan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), relevan dengan kebutuhan pengelolaan manajemen ASN untuk memastikan orang yang tepat berada pada jabatan yang tepat.
Ia menilai peran BKN dalam penerapan sistem merit berbasis sumber daya manusia dan AI, dapat meningkatkan objektivitas dalam pengambilan keputusan kepegawaian. Sistem yang lebih objektif, menurutnya, akan membuat pegawai merasa diperlakukan secara lebih fair sehingga memiliki motivasi untuk mengembangkan kompetensi dan karier profesionalnya.
“Apa yang disampaikan Kepala BKN, Prof. Zudan mengenai arah pengelolaan ASN berbasis meritokrasi relevan dengan kebutuhan organisasi kami di BPOM untuk memastikan pengelolaan SDM berjalan semakin terukur. Terlebih pemanfaatan data dan teknologi yang disediakan BKN melalui platform berbagi pakai bersama instansi – ASN Digital dapat memperkuat proses pemetaan serta pengembangan talenta, sekaligus membantu menciptakan proses karier yang lebih transparan,” ungkap Kepala BPOM dalam Rapat Koordinasi Nasional SDM bertajuk “Transformasi Manajemen SDM Berbasis AI – Membangun SDM Berkelas Dunia Menuju Indonesia Emas 2045”, Selasa (18/08/2026) di Jakarta.
Sebelumnya, Prof. Zudan mencontohkan proses pengelolaan talenta yang diajukan BPOM melalui proses penilaian dan pemenuhan persyaratan sebelum keputusan pengisian jabatan ditetapkan. Hal ini sejalan dengan arahannya agar meritokrasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan prosedur administratif, tetapi harus memastikan setiap kandidat jabatan dinilai secara objektif berdasarkan kompetensi, kinerja, potensi, dan kebutuhan organisasi.
Melalui ASN Digital, BKN menyiapkan ekosistem layanan bagi sekitar 6,7 juta ASN, termasuk fitur lemari digital yang menyimpan berbagai dokumen kepegawaian. Data tersebut nantinya dapat dimanfaatkan dengan dukungan AI untuk memetakan kompetensi, pengalaman, pendidikan, potensi, hingga posisi ASN dalam talent box.
Penulis/foto: arf-ilham-reza

