skip to Main Content

Ketiga Instansi di Wilker Kanreg Pekanbaru Ini Siapkan Penerapan Manajemen Talenta dengan Pendampingan BKN

Jakarta – Humas BKN, Dalam pendampingan ekspose manajemen talenta yang berlangsung Rabu (19/08/2026) di Kantor BKN Pusat, Jakarta, sejumlah instansi di wilayah kerja Kantor Regional (Kanreg) BKN XII Pekanbaru, yakni diantaranya Pemerintah Kabupaten Solok, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Pasaman Barat menyampaikan proses yang telah dilakukan instansinya untuk penerapan manajemen talenta ASN. Pada sesi ekspose sendiri, ketiga instansi mendapat pendampingan dari BKN untuk mematangkan kesiapan implementasi, mulai dari pemetaan potensi dan kompetensi ASN, penguatan basis data, hingga pemanfaatan hasil pemetaan untuk pengembangan dan penempatan talenta sesuai kebutuhan organisasi dan arah pembangunan daerah.

Terkait persiapan instansi, Bupati Kabupaten Solok, Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, menyampaikan bahwa pemerintah daerahnya menempatkan Manajemen Talenta sebagai prioritas untuk membangun birokrasi yang semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Manajemen Talenta merupakan prioritas bagi kami. Mudah-mudahan ekspose hari ini membawa dampak yang luas. Kedisiplinan dan profesional menjadi target kita, karena tuntutan masyarakat adalah birokrasi yang melayani dan profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu menunjukkan kesiapan implementasi Manajemen Talenta bagi 4.407 PNS. Wakil Bupati Indragiri Hulu, Ir. H. Hendrizal, menyampaikan bahwa instansinya telah memanfaatkan SIMATA dengan basis data SIASN untuk mendukung integrasi data ASN. Pemkab Indragiri Hulu juga mengidentifikasi sejumlah hal yang masih perlu dibenahi, antara lain data SKP yang belum dibuat serta unit organisasi yang sudah tidak aktif. Karena itu, pihaknya akan fokus pada perbaikan data agar proses pemetaan talenta dapat dilakukan secara akurat dan objektif. “Kami memastikan yang bersangkutan bisa mengimplementasikan visi dan misi Indragiri Hulu. Talenta yang dipilih harus mampu mengimplementasikan visi dan misi bupati, sehingga target-target yang direncanakan dapat sesuai dan tercapai,” ungkap Hendrizal.

Komitmen serupa disampaikan Instansi Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, menilai perubahan lingkungan pemerintahan yang berlangsung cepat, mulai dari digitalisasi hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik, menuntut perubahan cara pandang terhadap ASN. “Kami memandang Manajemen Talenta bukan sekadar urusan kepegawaian semata, melainkan instrumen strategis. Kami ingin memastikan karier ASN berdasarkan potensi, kompetensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi. Kami juga ingin memastikan setiap posisi diisi oleh orang-orang yang tepat,” ujarnya.

Bagi Pasaman Barat, pendekatan tersebut menjadi penting agar pengelolaan karier ASN tidak hanya berorientasi pada pemenuhan jabatan, tetapi mampu memastikan kesesuaian antara kapasitas individu dan kebutuhan organisasi.

Melalui pendampingan dalam implementasi Manajemen Talenta, BKN mendorong ketiga pemerintah daerah memanfaatkan Profiling ASN untuk memetakan kompetensi dan potensi sebagai dasar membangun talent pool. Proses ini membutuhkan dukungan data yang lengkap, mulai dari rekam jejak, kinerja, penghargaan, hingga informasi kepegawaian lainnya.

Dalam berbagai kesempatan, Kepala BKN, Prof. Zudan terus mendorong pemerintah daerah memastikan seluruh ASN melengkapi data yang dibutuhkan agar pemetaan dapat dilakukan secara objektif. Data dan hasil pemetaan tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan program pengembangan, merancang jalur karier, hingga menempatkan talenta sesuai kebutuhan organisasi. Hasil profiling juga memberikan manfaat bagi ASN untuk mengenali potensi yang dimiliki sekaligus melihat area kompetensi yang masih perlu dikembangkan.

Dengan pendampingan ini, BKN mendorong Solok, Indragiri Hulu, dan Pasaman Barat tidak berhenti pada penyusunan sistem, tetapi memastikan Manajemen Talenta menjadi praktik yang terintegrasi dalam pengelolaan ASN sehingga proses pemetaan, pengembangan, hingga penempatan talenta dapat benar-benar mendukung kebutuhan organisasi dan menerjemahkan visi-misi kepala daerah menjadi kinerja pemerintahan.

Penulis/foto: bp
Editor: des

Back To Top