skip to Main Content

Berdampak pada Talenta Diplomasi Indonesia, Kemlu Bersinergi dengan BKN Terapkan Manajemen Talenta

Jakarta – Humas BKN, Dalam ekspose pekan ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mendorong penerapan Manajemen Talenta di Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Dengan pendampingan BKN, manajemen talenta di Kemlu diarahkan tidak hanya menjadi instrumen pengelolaan karier dan pengisian jabatan, tetapi juga mampu menyiapkan talenta diplomasi yang adaptif terhadap perubahan dan kebutuhan strategis Indonesia di masa depan.

Terkait itu, Wakil Kepala BKN, Suharmen, menyampaikan dengan karakteristik Kemlu yang mengelola sebanyak 3.278 pegawai ASN, membutuhkan dukungan sistem digital agar pengelolaan data talenta dapat dilakukan secara efektif dan terstandar. BKN sendiri telah menyiapkan sistem yang dapat digunakan bersama oleh instansi pemerintah sehingga setiap instansi tidak perlu membangun sistem Manajemen Talenta secara mandiri.

“Penggunaan sistem bersama ini sejalan dengan mandat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang mengarahkan sistem informasi kepegawaian sebagai aplikasi umum berbagi pakai. Selain mendorong efisiensi anggaran, standardisasi ini penting untuk memastikan data, proses, dan kompetensi yang digunakan dalam Manajemen Talenta memiliki standar yang sama antarinstansi, mengingat seluruh sistem yang disiapkan BKN dibangun secara in-house.” terang Suharmen, Jumat (25/09/2026) di Kantor Pusat BKN, Jakarta.

Sejalan dengan BKN, Wakil Menteri Luar Negeri II, Arrmanatha Christiawan Nasir, menilai bahwa upaya transformasi Manajemen Talenta di Kemlu bukan hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan administratif pengisian jabatan, tetapi juga diarahkan untuk memastikan Indonesia memiliki diplomat yang mampu menjawab tantangan diplomasi hingga 2045. “Manajemen talenta buat Kemlu bukan sekadar administrasi pengisian jabatan. Kita butuh talenta-talenta diplomat yang bisa menghadapi tantangan,” ungkapnya.

Karena itu menurutnya, searah dengan target nasional BKN, manajemen talenta menjadi bagian penting dari transformasi sumber daya manusia di Kemlu, mengingat tingginya dinamika dan mobilitas pegawai di lingkungan tersebut menuntut pengelolaan talenta yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Ditambah dengan profesi diplomat yang memiliki karakteristik dan kompetensi khusus yang tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan dan kemampuan teknis, tetapi juga tata cara berkomunikasi, bersikap, hingga kemampuan membaca situasi dan membangun pengaruh demi kepentingan nasional.

“Diplomasi adalah seni, dan tantangan yang dihadapi diplomat saat ini jauh lebih dinamis dibandingkan era 1990-an hingga 2000-an. Selain kemampuan negosiasi, diplomasi, dan penyusunan laporan, diplomat kini dituntut mampu membaca perubahan dengan cepat dan mengambil langkah strategis, termasuk menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Ini yang membuat Manajemen Talenta di Kemlu pas ada waktunya karena isu yang berbeda. Contohnya saat ini ancaman nyata dari AI. Bagaimana kita beradaptasi dengan sangat cepat,” tambahnya.

Dalam ekspose tersebut, Kemlu tercatat telah menggunakan SIMATA BKN dan e-Kinerja BKN dalam mendukung pengelolaan Manajemen Talenta, dengan hasil pemetaan yang telahr mencakup sejumlah jenjang jabatan, mulai dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, hingga Jabatan Fungsional Madya, 3 Indeks Kualitas data di angka 96, pada kategori predikat tinggi.

Berdasarkan perkembangan pembangunan manajemen talenta di Kemlu, BKN memberikan sejumlah rekomendasi yang perlu diperkuat, antara lain disparitas data pendidikan dan pelatihan serta penyelesaian penilaian SKP tahun 2024. Melalui sinergi dengan BKN, pihak Kemlu optimistis dapat semakin memperkuat pengelolaan ASN berbasis data dan sistem merit, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia diplomasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan mendukung kepentingan nasional Indonesia hingga 2045.

Back To Top