Kepala BKN Berikan “Humanis Leader Award” kepada Bupati Bondowoso yang Gercep Terapkan Kebijakan ASN Dekat Keluarga dan Domisili
Bondowoso – Humas BKN, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang menerapkan kebijakan penataan domisili Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui program Si Zona. Inisiatif ini dinilai sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan ASN sekaligus mendukung kinerja dan kualitas pelayanan publik. Apresiasi tersebut disampaikan Prof. Zudan saat melakukan kunjungan kerja ke Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (23/10/2026).
Prof. Zudan menyampaikan kebijakan yang mendekatkan tempat tinggal ASN dengan lokasi kerja perlu didukung karena memperhatikan kesejahteraan pegawai sebagai bagian penting dari peningkatan kinerja. “ASN yang bekerja dalam kondisi fisik yang segar, pikiran yang jernih, dan hati yang tenang tentu memiliki peluang lebih besar untuk memberikan kinerja yang optimal,” ujarnya. Menurutnya, pengelolaan ASN tidak cukup hanya memastikan pegawai hadir dan menjalankan tugas, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi yang mendukung produktivitas, termasuk kedekatan dengan keluarga dan efisiensi perjalanan menuju tempat kerja.
Tercatat program Si Zona telah membantu sekitar 60 ASN di Bondowoso. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, rata-rata jarak tempat tinggal ke tempat kerja berkurang dari sekitar 22 kilometer menjadi 6 kilometer. Prof. Zudan berharap langkah Bondowoso dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain untuk menerapkan kebijakan serupa yang mengedepankan pendekatan humanis dalam pengelolaan ASN. Ia juga mendorong Pemkab Bondowoso mengomunikasikan manfaat program melalui dokumentasi pengalaman ASN penerima manfaat.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zudan juga menyerahkan Humanis Leader Award kepada Bupati Bondowoso sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan yang mengedepankan pendekatan humanis dalam pengelolaan ASN. Melalui kebijakan ini, BKN mendorong pengelolaan ASN yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan tugas, tetapi juga pada kesejahteraan pegawai, keseimbangan kehidupan dan pekerjaan (work-life balance), dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penulis/foto: egg
Editor: des

