skip to Main Content

Berasal dari Beragam Sektor Layanan Publik, Sembilan PNS Ajukan Karya Inovasi ke BKN untuk Diuji Kelayakan KPLB

Jakarta – Humas BKN, Para kandidat peraih Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) periode November 2026, yakni sembilan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berasal dari berbagai sektor layanan instansi yang berhasil maju ke tahap sidang presentasi, berkesempatan mengikuti uji kelayakan di hadapan tim panelis BKN, Rabu (28/10/2026) di Kantor Pusat BKN, Jakarta. Pada kesempatan itu, masing-masing kandidat mempresentasikan karya inovasi yang diajukan sebagai bagian dari tahapan penilaian untuk memastikan bahwa usulan KPLB didasarkan pada prestasi kerja yang nyata, menonjol, dan memberikan dampak positif bagi organisasi maupun masyarakat.

Direktur Pengadaan dan Kepangkatan BKN, Paulus Dwi Laksono Harjono, menyampaikan bahwa KPLB diberikan kepada PNS yang menunjukkan prestasi kerja luar biasa baiknya. Prestasi tersebut merupakan capaian yang secara nyata diakui di lingkungan kerja dan menjadikan pegawai yang bersangkutan sebagai teladan bagi pegawai lainnya. Dalam pelaksanaannya, setiap peserta diberikan waktu delapan menit untuk mempresentasikan prestasi kerja luar biasa yang telah dicapai.

Pelaksanaan KPLB sendiri mengacu pada ketentuan mengenai tata cara pemberian pertimbangan dan persetujuan teknis kenaikan pangkat bagi PNS yang menunjukkan prestasi kerja luar biasa. Proses penilaian juga memperhatikan Surat Edaran Kepala BKN Nomor 3 Tahun 2023 tentang Kriteria Penilaian dan Mekanisme Pengajuan Penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa. Dalam ketentuan tersebut, terdapat lima unsur utama yang menjadi kriteria penilaian, yaitu orisinalitas, kemanfaatan, efektivitas dan efisiensi, pengakuan atau penghargaan, serta daya ungkit dan dampak.

Setelah pemaparan, Tim Penilai KPLB yang dihadiri langsung oleh Wakil Kepala BKN, Suharmen, dan para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan BKN melakukan pendalaman melalui sesi tanya jawab untuk menilai orisinalitas prestasi, manfaat yang dihasilkan, efektivitas dan efisiensi pelaksanaan, pengakuan atas prestasi, serta dampaknya terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.

Adapun inovasi dan capaian yang dipresentasikan peserta mencakup berbagai bidang, mulai dari pengembangan ekonomi masyarakat, transformasi digital, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan administrasi kependudukan, hingga penguatan tata kelola pemerintahan. Di bidang pengembangan ekonomi masyarakat, salah satu inovasi yang dipaparkan adalah Program Desa Ekspor Nipah Panjang. Sementara itu, dalam bidang transformasi digital dan pengembangan sumber daya manusia, terdapat inovasi Transformasi Pengembangan Talenta Digital Nasional yang berfokus pada pengembangan talenta digital.

Pada sektor pendidikan, salah satu kandidat mempresentasikan inovasi kepemimpinan dalam transformasi digital pendidikan nasional, khususnya pengembangan Rumah Pendidikan sebagai ekosistem layanan digital yang terintegrasi, inklusif, dan berpusat pada pengguna. Selain itu, terdapat Aplikasi Naravita (Navigasi Revitalisasi Terintegrasi), sebuah sistem digital yang mengintegrasikan seluruh siklus Program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mulai dari verifikasi dan seleksi, bimbingan teknis, perhitungan anggaran, supervisi, dan pemantauan hingga pelaporan progres pembangunan dalam satu platform.

Dalam bidang pelayanan publik, inovasi FastDuk dikembangkan untuk mempercepat pelayanan administrasi kependudukan sehingga masyarakat dapat memperoleh dokumen kependudukan pada hari yang sama dengan pelaksanaan layanan. Sementara itu, Aplikasi RCS mendukung Unit Pelaksana Pelayanan Daerah (UPPD) dalam melaksanakan pendataan, pemantauan, dan pengawasan kendaraan bermotor secara lebih terarah.

Inovasi lainnya adalah Patra Listrik Banua, berupa mesin tanam padi bertenaga listrik (electric rice transplanter) yang menunjukkan penerapan inovasi teknologi dalam mendukung kegiatan pertanian. Di bidang komunikasi pemerintahan, peserta memaparkan Transformasi Komunikasi Publik Kementerian Sekretariat Negara sebagai bagian dari upaya penguatan komunikasi publik.

Selain inovasi berbasis teknologi dan pelayanan, terdapat pula capaian berupa kontribusi aktif dalam mengoordinasikan secara teknis dan administratif seluruh proses penataan Gedung Sekretariat Kabinet di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung tata kelola dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

Melalui sidang uji kelayakan, BKN mendorong penerapan sistem penghargaan berbasis prestasi sebagai bagian dari penguatan sistem merit dalam manajemen ASN. KPLB diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata pegawai sekaligus mendorong terciptanya budaya kerja yang inovatif, berintegritas, efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil. Pelaksanaan presentasi KPLB juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi dan menilai prestasi ASN yang memberikan nilai tambah bagi organisasi serta berdampak nyata terhadap masyarakat.

Penulis/foto: ff
Editor: des

Back To Top