skip to Main Content

Pesan Kepala BKN bagi Calon Pensiunan PNS: Siapkan Sejak Awal agar Pensiun Tenang, Bahagia, dan Produktif

Bogor – Humas BKN. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar mempersiapkan masa pensiun sejak dini dengan menjaga stabilitas pendapatan, membangun kesiapan mental, dan mengembangkan kegiatan produktif yang minim risiko finansial. Pesan tersebut disampaikan Prof. Zudan dalam kegiatan Pelatihan Masa Persiapan Pensiun di Bogor, Kamis (29/10/2026). Menurutnya, pensiun bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan fase baru yang perlu dihadapi dengan tenang, bahagia, dan penuh kesiapan bersama keluarga. “Yang perlu disiapkan itu adalah hati dan pikiran kita, bahwa kita semua akan sampai di tahap ini,” ujar Prof. Zudan.

Ia mengingatkan agar ASN perlu memahami bahwa setiap jenjang karier memiliki batas waktu. Karena itu, persiapan pensiun tidak seharusnya berorientasi pada upaya mempertahankan posisi, tetapi pada kesiapan menjalani kehidupan setelah tidak lagi aktif bekerja. “Kalau sudah sampai di puncaknya, persiapannya adalah bukan bertahan di puncak, tetapi mempersiapkan untuk turun,” tegasnya.

Prof. Zudan secara khusus mengingatkan calon pensiunan agar berhati-hati dalam mengelola keuangan dan tidak mudah tergiur memulai bisnis baru yang berisiko menghabiskan tabungan. Menurutnya, menjaga kestabilan pendapatan menjadi salah satu kunci agar masa pensiun dapat dijalani dengan aman dan nyaman. “Jangan memulai usaha baru, bisnis baru, yang bisa menguras pendapatan kita. Saat kita akan memasuki usia pensiun, yang harus dijaga adalah kestabilan pendapatan,” ujarnya.

Ia menyoroti risiko penawaran bisnis yang menjanjikan keuntungan cepat, tetapi justru berujung pada kerugian akibat pengelolaan yang tidak sehat atau mitra usaha yang meninggalkan bisnis. Oleh karena itu, ASN perlu mempertimbangkan risiko secara matang sebelum menggunakan tabungan atau dana yang menjadi penopang kehidupan di masa pensiun.

Sebagai alternatif, Prof. Zudan mendorong calon pensiunan untuk mengembangkan hobi menjadi kegiatan produktif yang menyenangkan dan tidak membebani keuangan. Berkebun, memelihara hewan, serta mengembangkan keterampilan pribadi dapat menjadi pilihan untuk menjaga aktivitas, kebahagiaan, dan produktivitas setelah pensiun. Ia mencontohkan hobinya dalam merawat bonsai dan tanaman sebagai kegiatan yang dapat ditekuni tanpa harus mempertaruhkan stabilitas keuangan utama.

Untuk memperkuat kesiapan ASN, Prof. Zudan mengusulkan agar pelatihan masa persiapan pensiun diberikan jauh sebelum pegawai memasuki usia pensiun, bahkan sekitar 10 tahun sebelumnya. Dengan persiapan yang lebih panjang, ASN diharapkan memiliki waktu untuk menata kondisi keuangan, menyiapkan mental, membangun jejaring, serta mengembangkan aktivitas produktif secara bertahap.

Penulis: fs, arif
Editor: des

Back To Top