skip to Main Content

BKN Targetkan 600 Ribu ASN Ikuti Profiling hingga Desember 2026

Jakarta – Humas BKN. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menargetkan 600.000 ASN mengikuti Profiling ASN (ProASN) hingga Desember 2026. Program ini menjadi langkah strategis BKN dalam membangun basis data profil ASN yang komprehensif untuk mendukung pengembangan kompetensi, perencanaan karier, serta pengelolaan talenta dan sistem merit. Hal tersebut disampaikan Kepala BKN Prof. Zudan dalam rapat pembahasan dan koordinasi kebijakan penyelenggaraan ProASN secara daring, Rabu (26/08/2026). Menurutnya, peningkatan jumlah ASN, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), perlu diimbangi dengan penguatan kualitas. Karena itu, pemetaan kompetensi dan potensi ASN menjadi semakin penting agar pengelolaan SDM aparatur tidak hanya berbasis jumlah, tetapi juga kualitas dan kebutuhan organisasi.

Prof. Zudan menegaskan bahwa hasil profiling akan menjadi salah satu basis data bagi pimpinan dalam menentukan kebutuhan pengembangan kompetensi dan pengelolaan ASN ke depan. ProASN juga diarahkan untuk memperkuat manajemen talenta dan penerapan sistem merit. “Yang perlu menjadi perhatian bukan hanya jumlahnya, tetapi juga kualitas ASN yang dihasilkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui Profiling ASN, sehingga kompetensi, potensi, dan kemampuan masing-masing ASN dapat diketahui,” ujar Prof. Zudan.

Di samping itu, Deputi Bidang Pembinaan dan Pengembangan Manajemen ASN BKN, Dr. Herman, menjelaskan bahwa melalui Surat BKN Nomor 6 Tahun 2026, BKN melakukan pemetaan profil ASN secara nasional berdasarkan kesepakatan dan kuota yang telah ditetapkan. Adapun ProASN mengukur empat dimensi utama, yaitu: Kompetensi manajerial dan sosial kultural; Potensi; Literasi digital; dan Preferensi karier.

Lebih lanjut, Plt. Kepala Pusat Pengembangan Kepegawaian ASN BKN, Desy Mutia Ali, menyampaikan bahwa keempat aspek tersebut dinilai secara terpadu untuk menghasilkan gambaran profil ASN yang lebih menyeluruh. Seluruh rangkaian asesmen berlangsung sekitar 180 menit dan tidak dipungut biaya (gratis). “Di tengah dinamika lingkungan internal hingga global, instansi tidak hanya berpatokan pada kuantitas, melainkan menjadikan kualitas ASN sebagai penentu keberhasilan. Melalui penilaian potensi, lahirlah data kompetensi yang menjadi basis utama bagi pimpinan dalam mengambil keputusan strategis pengelolaan SDM,” jelas Dr. Herman.

ProASN sendiri ditujukan bagi PNS yang berpotensi mengisi kebutuhan jabatan, termasuk jabatan manajerial dari jenjang JPT Pratama hingga Pelaksana. Melalui pemetaan ini, BKN mendorong terwujudnya pengelolaan ASN yang lebih objektif, terukur, dan berbasis data, sehingga setiap ASN dapat dikembangkan sesuai kompetensi, potensi, dan arah kariernya.

Penulis/foto: Dira
Editor: des

Back To Top